SIAK, MEMPURA - Dalam rangka meningkatkan sektor peternakan, perkebuna, dan perikanan serta mengembangkan badan usaha milik desa (Bumdes), Pemerintah Kabupaten Siak lakukan kunjungan kerja dan alih informasi ke Kabupaten Kampar.


Kunjungan kerja Pemkab Siak ini, di pimpin oleh Asisten Administrasi Umum Setda Kab.Siak Jamaluddin. Dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi, juga untuk belajar tentang pembudidayaan Limau kuok dan juga patin kolam, pada kamis (5/4/2018). 

Menanggapi tujuan Kunker Pemerintah Kabupaten Siak, Wakil Bupati Kampar Cater Sugeng Susanto yang menyambut langsung Kuker Pemkab Siak mengatakan, ucapan selamat datang dan terimakasih kepada Pemkab Siak yang telah memilih Kabupaten Kampar sebagai tempat kunjungan kerja.

"Untuk Limau Kuok, ditahun 1980an memang menjadi primadona di Indonesia. Akan tetapi semenjak terserang hama, jeruk Kuok mulai di lupakan dan sekarang kami juga ingin kembali menghidupkan nama Limau Kuok yang telah hilang tersebut", ucap Wabup Kabupaten Kampar itu.

"Untuk pembudidayaan limau kuok dan ikan patin kerambah, nantinya Bapak beserta rombongan akan kami bawa langsung ke lokasi pembudidayaannya. Ini bertujuan untuk membantu bapak dan ibuk mencari dan mendapatkan informasi secara langsung," tambahnya.

Setelah melakukan diskusi dan menggali informasi tentang cara Kampar memperdayakan masyarakat Desa, rombongan kemudian mendatangi lokasi perkebunan jeruk atau limau yang terkenal di Kabupaten Kampar, yaitu Limau Kuok yang terletak di Kecamatan Kuok.

"Limau Kuok merupakan Limau yang pernah menjadi primadona di Indonesia, dan itu berasal dari Kabupaten Kampar pada tahun 1980an. Oleh karena itu, kami ingin belajar cara menanam Limau Kuok tersebut", kata Asisten Administrasi Umum Setda Kab.Siak Jamaluddin. 

Setelah mengunjungi dan menikmati kelezatan limau kuok, rombongan kemudian menghampiri peternakan dan pengolahan ikan patin, tepatnya di Desa Kampung Patin Kampar. Dari pantauan awak media, hampir seluruh rumah di Kampung Patin memiliki kolam ikan.

Lanjut Jamaluddin, pembudidayaan ikan patin kolam di Kabupaten Kampar sudah berhasil. Untuk tahun 2017 saja, informasi yang kami dengar sudah mencapai angka 22 ton ikan patin yang sudah di panen.

"Oleh karena itu, mengingat bahwa tanah Kabupaten Siak dengan Kabupaten Kampar kondisinya hampir sama, dan Siak juga memiliki sungai yang sama dengan yang ada di Kampar. Kami ingin mencoba membudidayakan Limau dan Patin Kerambah tersebut", jelas Jamaluddin. 

Sesuai berdialog, Jamaluddin beserta rombongan di bawak ke lokasi yang dimaksud. Yakni ke perkebunan kebun Limau Kuok di Kecamatan Kuok, dan pembudidayaan patin kolam sekaligus ke Kampung Patin di Desa Koto Masjid yakni Sentra penyalai/pengasapan ikan patin dengan produksi 3 ton/hari dan Kerambah Terapung di Danau PLTA Koto Panjang. 

Dalam Kuker ini, Asisten Administrasi Umum Jamaluddin, juga didampingi oleh Kepala Dinas Infokom Arfan Usman, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Kampung Yurnalis, Kadis Peternakan dan perikanan Susilawati, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Wan Ibrahim Surjidan Kabag Humas Wan Saiful Effendi.(kom04)

GALERI PHOTO :












Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.